|
LATAR BELAKANG
Sekolah adalah tempat untuk mendidik para calon generasi penerus bangsa. Kejayaan dan kemunduran suatu bangsa terletak di pundak para generasi penerusnya. Mendidik bukan hanya mentransfer ilmu-ilmu pengetahuan dalam ranah kognitif, menyehatkan jasmani dan membekali ketrampilan dalam ranah psikomotorik, tapi juga membentuk kepribadian yang baik dalam ranah afektif. Kepribadian bagi siswa Muslim tentunya adalah kepribadian yang Islami.
Pelajaran Agama Islam bertujuan membentuk siswa muslim memiliki kepribadian yang Islami. Tapi kenyataannya, hingga saat ini, pelajaran Agama Islam belum mampu membentuk siswa berkepribadian Islami. Hal ini terjadi, salah satunya karena jumlah jam pelajaran agama yang hanya dua jam dalam seminggu dan minimnya sarana untuk pembentukan kepribadian yang Islami.
Sarana itu adalah keberadaan sebuah masjid di lingkungan sekolah, dalam hal ini SMA Negeri 37 Jakarta. Memang sudah ada masjid di SMA Negeri 37 Jakarta, tapi sebetulnya itu adalah ruang kelas yang difungsikan sebagai masjid, letaknya pun di pinggir lapangan basket yang identik dengan keramaian. Pembagian ruang antara lelaki dan perempuan di dalam masjid pun tidak proporsional. Pengaturan ruangan di dalam masjid pun apa adanya, yang penting bisa untuk sholat. Sehingga bisa dikatakan, masjid di SMA Negeri 37 Jakarta sebagai masjid darurat.
Jelas sekali, keberadaan masjid darurat ini belum bisa menyamai fungsi masjid yang sesungguhnya. Memperhatikan keadaan ini, kami menyimpulkan perlu dibangun sebuah masjid di SMA Negeri 37 Jakarta untuk membentuk kepribadian para siswa menjadi kepribadian yang Islami, sebuah kepribadian yang dapat menghantarkan generasi muda bangsa Indonesia mencapai jaman kejayaan.
LOKASI PEMBANGUNAN
Masjid yang ada di SMA Negeri 37 Jakarta sekarang ini berasal dari sebuah kelas, sehingga hanya seukuran kelas saja. Posisinya juga terletak di sebelah lapangan basket, sehingga kurang mendukung kekhusyuan dalam beribadah. Rencana pembangunan masjid dilaksanakan di atas laboratorium bahasa, di sebelah lapangan bulutangkis yang kurang ramai, sehingga dapat mendukung kekhusyuan dalam beribadah. Direncanakan ruang antara laki-laki dan perempuan juga lebih proporsional. Hal ini diharapkan masjid di SMA Negeri 37 Jakarta dapat berfungsi sebagaimana sebuah masjid. Masjid yang dapat membentuk kepribadian siswa SMA Negeri 37 Jakarta menjadi Islami, menjadi generasi penerus bangsa yang baik dalam hal rohani, jasmani, dan pikiran.
|